<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>daffaroihan2</title>
	<atom:link href="http://daffaroihan2.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daffaroihan2.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Sep 2011 14:30:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='daffaroihan2.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>daffaroihan2</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://daffaroihan2.wordpress.com/osd.xml" title="daffaroihan2" />
	<atom:link rel='hub' href='http://daffaroihan2.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Donal Bebek: Sejarah Walt Disney. 1</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-sejarah-walt-disney-1/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-sejarah-walt-disney-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 14:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Di post sebelumya, kita sudah melihat &#8220;Penciptaan Donal Bebek&#8221;, yang menceritakan tentang proyektor, dan lain-lain. Nah, Kalau anda penasaran, ke halaman sebelumya.Sayang lho, kalau tidak melihat! Nah, seperti yang saya sebutkan di Title, kita akan menjelaskan Sejarah Walt Disney,  yang membuat anda seperti &#8220;Time Traveler&#8221; yang balik ke tahun 1800&#8242;an, waktu Walt Disney lahir di  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=179&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <em><strong>post </strong></em>sebelumya, kita sudah melihat <strong><em>&#8220;Penciptaan Donal Bebek&#8221;</em></strong>, yang menceritakan tentang proyektor, dan lain-lain. Nah, Kalau anda penasaran, ke halaman sebelumya.Sayang lho, kalau tidak melihat! Nah, seperti yang saya sebutkan di <strong><em>Title</em></strong>, kita akan menjelaskan Sejarah Walt Disney,  yang membuat anda seperti &#8220;<strong><em>Time Traveler</em></strong>&#8221; yang balik ke tahun 1800&#8242;an, waktu Walt Disney lahir di  Amerika (maaf kotanya tidak tahu) . Dia punya rumah yang sedikit besar ( yang saya tidak mengerti adalah kenapa disana ada banyak binatang). Walt sangat suka ber animasi, dan juka suka menaiki binatang peliharaannya( yang paling suka Walt naiki adalah kuda) .</p>
<p>Walt punya adik (namanya tidak tahu) . Nah, kali ini sedikit mirip seperti halaman sebelumya,  yaitu Walt menunjukkan kepada adiknya&#8230; <strong><em>flipbook</em></strong> yang membuat animasi (lihat halaman sebelumya.) . Adiknya juga terkejut melihat Walt yang membuat animasi dengan <em><strong>flipbook</strong></em>.</p>
<p>Cuman, ada satu rahasia yang Walt sembunyikan dari orangtuanya, bahkan adiknya. Walt pergi ke suatu kafe untuk menunjukkan pertunjukan. Walt memulai pertunjukkanya dengan teman .Sehingga karena itu,  mereka dijuluki &#8220;The Two Walts&#8221;. Semakin Walt besar, dan akhirnya kelas 6, uangnya tidak cukup untuk membiayai sekolahnya, sehinga Walt harus bekerja dan meningalkan sekolahnya. walaupun itu, raportnya merah terus (entah bagaimana Walt bisa sampai kelas 6!). Pernah, guru menyuruh untuk mengambar pot beresama bunga. Entah kenapa, Walt mengambar bunga hidup!(petalnya ada mata, hidung, mulut. Dan juga tangan sebagai penganti daun)</p>
<p>Tetapi, walt disukai banyak orang dan Walt diberi uang, sehingga tabunganya meluap! Walt pernah dicukur, dan digambar muka pencukurnya sehingga Walt tidak perlu bayar sama sekali! Kita kembali ke waktu waktu Walt harus bekerja. Walt akhirnya jadi penjual koran di kereta. Walt setelah itu berhenti karena kakinya kena paku tajam waktu ia sedang menuju kereta.</p>
<p>Sekarang kita maju lagi ke tahun-tahun berikutnya Waktu Walt dewasa di sejarah Walt Disney 2!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=179&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-sejarah-walt-disney-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Donal Bebek: Penciptaanya</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-penciptaanya/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-penciptaanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 08:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Donal bebek (alias: Donald duck) Telah dibuat oleh Walt disney, yang sudah membuat komik komik yang sampai sekarang disukai oleh pecinta disney. Sudah banyak. Dari 2000 kurang sampai 2000 sekarang. sudah maju sekali.Selain banyak pengemarnya, juga sangat menarik. Munkin anda semua sudah tahu, bahwa, ada fimya, yang pendek-pendek, sampai yang panjang-panjang. Cuman sangat menarik. Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=171&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Donal bebek (alias: Donald duck) Telah dibuat oleh Walt disney, yang sudah membuat komik komik yang sampai sekarang disukai oleh pecinta disney. Sudah banyak. Dari 2000 kurang sampai 2000 sekarang. sudah maju sekali.Selain banyak pengemarnya, juga sangat menarik. Munkin anda semua sudah tahu, bahwa, ada fimya, yang pendek-pendek, sampai yang panjang-panjang. Cuman sangat menarik. Anda tahu proyektor? Proyektor adalah sebuah bend elektronik (kita semua sudah tahu.) yang memproyeksi (atau memperlihatkan) gambar atau film di bioskop sekarang seperti <strong><em>Hollywood </em></strong>yang ada di jakarta.Waktu itu Walt Disney hanya membuat yang  pendek-pendek. Nah, tahukah Anda bagaimana membuatnya? Caranya seperti trik <strong><em>flip</em></strong>. Yaitu membuat animasi hanya dengan <strong><em>mengeflip </em></strong> gambar-gambar yang ada  di buku (Awas, gambarnya harus berkoneksi ( *misalnya pertama kaki kanan ke atas, setelah itu kaki kiri) kalau tidak tidak akan muncul animasi apapun.) Cuma hanya beda. Dibuat oleh mesin yang akan mengeluarkan animasi*. dengan itu, dibuatlah animasi yang pendek-pendek! <strong><em>Fantastia</em></strong>, yang dibuat oleh Walt Disney yang pertama, mengunakan komputer yang ada sampai sekarang.</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/09/img_0711.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-177" title="IMG_0711" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/09/img_0711.jpg?w=150&#038;h=137" alt="flip book" width="150" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">flip book</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=171&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/09/20/donal-bebek-penciptaanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/09/img_0711.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0711</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya-Tanya Edisi Spesial: Keruntuhan Teori Evolusi 8</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/07/18/tanya-tanya-edisi-spesial-keruntuhan-teori-evolusi-8/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/07/18/tanya-tanya-edisi-spesial-keruntuhan-teori-evolusi-8/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 09:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi model yang terlintas dalam pikiran ketika &#8220;evolusi&#8221; menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat dua mekanisme rekaan model neo-Darwinis, kemudian memeriksa catatan fosil untuk menguji model ini. Setelah itu, kita akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis dan semua model evolusionis lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=151&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi model yang terlintas dalam pikiran ketika &#8220;evolusi&#8221; menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat dua mekanisme rekaan model neo-Darwinis, kemudian memeriksa catatan fosil untuk menguji model ini. Setelah itu, kita akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis dan semua model evolusionis lain seperti &#8220;evolusi dengan lompatan&#8221; (<em>evolution by leaps</em>).</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/07/buku1.jpg"><img class="size-full wp-image-152 " title="Buku1" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/07/buku1.jpg?w=510" alt="Dewasa ini, puluhan ribu ilmuwan di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa, menolak teori evolusi dan telah menerbitkan banyak buku tentang ketidakbenaran teori tersebut. "   /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd"></dd>
</dl>
</div>
<p>Dewasa ini, puluhan ribu ilmuwan di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa, menolak teori evolusi dan telah menerbitkan banyak buku tentang ketidakbenaran teori tersebut.Dewasa ini, puluhan ribu ilmuwan di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa, menolak teori evolusi dan telah menerbitkan banyak buku tentang ketidakbenaran teori tersebut.Dewasa ini, puluhan ribu ilmuwan di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa, menolak teori evolusi dan telah menerbitkan banyak buku tentang ketidakbenaran teori tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=151&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/07/18/tanya-tanya-edisi-spesial-keruntuhan-teori-evolusi-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/07/buku1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buku1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keruntuhan Teori Evolusi (Tanya-Tanya Edisi Special) 7.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/22/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-7/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/22/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 04:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: Harun Yahya.com Coba-Coba: Punctuated Equilibrium Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan &#8220;punctuated equilibrium&#8220;. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=108&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: Harun Yahya.com</p>
<p>Coba-Coba: Punctuated Equilibrium</p>
<p>Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan &#8220;<em>punctuated equilibrium</em>&#8220;. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan evolusi terjadi dalam &#8220;loncatan&#8221; besar yang diskontinu.</p>
<p>Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh, O.H. Shindewolf, seorang ahli paleontologi dari Eropa yang merintis jalan bagi Eldredge dan Gould, menyatakan bahwa burung pertama muncul dari sebutir telur reptil, sebagai &#8220;mutasi besar-besaran&#8221; (<em>gross mutation</em>), yakni akibat &#8220;kecelakaan&#8221; besar yang terjadi pada struktur gen.<a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#6">6</a> <a name="6."></a>Menurut teori tersebut, seekor binatang darat dapat menjadi paus raksasa setelah mengalami perubahan menyeluruh secara tiba-tiba. Pernyataan yang sama sekali bertentangan dengan hukum-hukum genetika, biofisika dan biokimia ini, sama ilmiahnya dengan dongeng katak yang menjadi pangeran! Dalam ketidakberdayaan karena pandangan neo-Darwinis terpuruk dalam krisis, sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini, teori baru yang bahkan lebih ganjil daripada neo-Darwinisme itu sendiri.</p>
<p>Satu-satunya tujuan model ini adalah memberikan penjelasan untuk mengisi celah dalam catatan fosil yang tidak dapat dijelaskan model neo-Darwinis. Namun, usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dengan pernyataan bahwa <strong>&#8220;seekor burung muncul tiba-tiba dari sebutir telur reptil&#8221;</strong> sama sekali tidak rasional. Sebagaimana diakui oleh evolusionis sendiri, evolusi dari satu spesies ke spesies lain membutuhkan perubahan besar informasi genetis yang menguntungkan. Akan tetapi, tidak ada mutasi yang memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya. Mutasi hanya merusak informasi genetis. Dengan demikian, &#8220;mutasi besar-besaran&#8221; yang digambarkan oleh model punctuated equilibrium hanya akan menyebabkan pengurangan atau perusakan &#8220;besar-besaran&#8221; pada informasi genetis.</p>
<p>Lebih jauh lagi, model <em>punctuated equilibrium</em> runtuh sejak pertama kali muncul karena ketidakmampuannya menjawab pertanyaan tentang asal usul kehidupan; pertanyaan serupa yang menggugurkan model neo-Darwinis sejak awal. Karena tidak satu protein pun yang muncul secara kebetulan, perdebatan mengenai apakah organisme yang terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi secara &#8220;tiba-tiba&#8221; atau &#8220;bertahap&#8221; tidak masuk akal.</p>
<p>Fokus:</p>
<div id="attachment_114" class="wp-caption alignright" style="width: 70px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49.jpg"><img class="size-full wp-image-114" title="49" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49.jpg?w=510" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Begitu pula, dunia ilmu pengetahuan pada saat itu hanya memiliki pemahaman yang dangkal dan kasar tentang struktur dan fungsi sel. Jika Darwin memiliki kesempatan mengamati sel dengan menggunakan mikroskop elektron, dia mungkin akan menyaksikan kerumitan dan struktur yang luar biasa dalam bagian-bagian kecil sel. Dia akan menyaksikan dengan mata kepala sen-diri bahwa tidak mungkin sistem yang demikian rumit dan kompleks terjadi melalui variasi minor. Jika ia mengenal biomatematika, maka dia akan menyadari bahwa jangankan keseluruhan sel, bahkan sebuah molekul protein saja, tidak mungkin muncul secara kebetulan. Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi model yang terlintas dalam pikiran ketika &quot;evolusi&quot; menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat dua mekanisme rekaan model neo-Darwinis, kemudian memeriksa catatan fosil untuk menguji model ini. Setelah itu, kita akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis dan semua model evolusionis lain seperti &quot;evolusi dengan lompatan&quot; (evolution by leaps).</p></div>
<div id="attachment_113" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49a.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-113" title="49a" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49a.jpg?w=150&#038;h=130" alt="" width="150" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">Kajian-Kajian mendalam tentang sel hanya munkin setelah panamuan mikroskop elektron. Pada masa Darwin, dengan mikroskop primitif seperti ini, hanya mungkin untuk mengamati permukanluar sebuah sel.</p></div>
<div id="attachment_112" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/48aa1.jpg"><img class="size-full wp-image-112" title="48aa" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/48aa1.jpg?w=510" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Ketika Darwin mengajukan asumsinya, disiplin-disiplin ilmu genetika, mikrobiologi, dan biokimia belum ada. Seandainya ilmu-ilmu ini ditemukan sebelum Darwin mengajukan teorinya, ia akan dengan mudah menyadari bahwa teorinya benar-benar tidak ilmiah dan tidak akan berupaya mengemukakan pernyataan-pernyataan tanpa arti. Informasi yang menentukan spesies terdapat dalam gen dan tidak mungkin seleksi alam memproduksi spesies baru melalui perubahan gen.</p></div>
<div id="attachment_110" class="wp-caption alignright" style="width: 123px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/511.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-110" title="51" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/511.jpg?w=113&#038;h=150" alt="" width="113" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pembela fanatik pendapat ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an. Awalnya, dua orang ahli paleontologi Amerika, Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould, sangat sadar bahwa pernyataan neo-Darwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap, tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neo-Darwinis senantiasa berharap bahwa bentuk peralihan yang hilang suatu hari akan ditemukan. Eldredge dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar, namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi. Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model baru yang disebut punctuated equilibrium tadi. Inilah model yang menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor, namun dalam per-ubahan besar dan tiba-tiba.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=108&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/22/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">49</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/49a.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">49a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/48aa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">48aa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/511.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">51</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keruntuhan Teori Evolusi(Tanya-Tanya Edisi Special)6.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusitanya-tanya-edisi-special6/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusitanya-tanya-edisi-special6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 02:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: HarunYahya.com Masalah psikis orang-orang yang tidak beriman telah ada sepanjang sejarah. Dalam Al Quran dinyatakan: &#8220;Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=103&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: HarunYahya.com</p>
<p>Masalah psikis orang-orang yang tidak beriman telah ada                sepanjang sejarah. Dalam Al Quran dinyatakan:</p>
<p>&#8220;Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat                kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan                mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka                niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki,                tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.&#8221; (QS. Al An&#8217;aam, 6: 111)</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan ayat tersebut, pemikiran dogmatis                para evolusionis bukan sesuatu yang baru, bahkan bukan karakteristik                mereka saja. Nyatanya, apa yang dipertahankan ilmuwan evolusionis                bukanlah pemikiran ilmiah modern, melainkan kebodohan yang telah                mendarah daging sejak zaman masyarakat penyembah berhala yang tidak                beradab.</p>
<p>Aspek kejiwaan yang sama disebutkan dalam ayat lain:</p>
<p>&#8220;Dan jika seandainya Kami membukakan                kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka                terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata: &#8216;Sesungguhnya                pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang                yang kena sihir&#8217;.&#8221; (QS. Al Hijr, 15: 14-15)<br />
Indoktrinasi Teori Evolusi Secara Massal</p>
<p>Sebagaimana ditunjukkan dalam ayat-ayat di atas, salah                satu penyebab manusia tidak mampu melihat realitas keberadaan mereka                adalah semacam &#8220;mantra&#8221; yang mengaburkan penalaran mereka. &#8220;Mantra&#8221;                ini pula yang mendasari seluruh dunia menerima teori evolusi. Mantra                yang dimaksud di sini adalah suatu pengondisian melalui indoktrinasi.                Orang-orang telah diindoktrinasi sedemikian gencar mengenai kebenaran                teori evolusi hingga mereka tidak menyadari penyimpangan yang ada.</p>
<p>Indoktrinasi ini berdampak negatif pada otak dan melumpuhkan                kemampuan menilai sesuatu. Pada akhirnya, otak yang dibombardir                oleh indoktrinasi terus-menerus ini mulai menerima realitas tidak                sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana yang diindoktrinasikan. Fenomena                ini dapat dijumpai pada sejumlah contoh lain. Misalnya, jika seseorang                dihipnotis dan diindoktrinasi bahwa tempat tidur tempatnya berbaring                adalah sebuah mobil, ia akan tetap merasa tempat tidur itu sebagai                sebuah mobil meski masa hipnotis telah selesai. Ia menganggap hal                ini sangat logis dan rasional karena ia benar-benar melihatnya demikian                dan ia tidak ragu sedikit pun. Contoh yang menunjukkan keampuhan                dan kekuatan mekanisme indoktrinasi ini merupakan realitas ilmiah                yang telah dibuktikan melalui banyak percobaan, telah dilaporkan                dalam literatur ilmiah, serta merupakan santapan sehari-hari buku-buku                pelajaran psikologi dan psikiatri.</p>
<p>Teori evolusi, dan materialisme yang berpijak padanya,                dijejalkan kepada masyarakat luas melalui metode indoktrinasi seperti                ini. Mereka yang tiada henti menemui indoktrinasi evolusi ini di                berbagai media massa, sumber akademis, dan wahana &#8220;ilmiah&#8221;, tidak                menyadari bahwa menerima teori ini bertentangan dengan prinsip nalar                yang paling mendasar. Indoktrinasi serupa pun menjerat para ilmuwan.                Ilmuwan muda yang sedang meniti karier menerima cara pandang materialis                ini dengan dosis yang bertambah seiring perjalanan waktu. Akibat                mantra ini, banyak ilmuwan evolusionis terus mencari pembenaran                ilmiah bagi pernyataan evolusionis abad ke-19 yang tidak masuk akal,                usang, dan telah lama digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah.</p>
<p><strong>Ada pula mekanisme tambahan yang memaksa ilmuwan menjadi                evolusionis dan materialis. </strong>Di negara-negara Barat, seorang                ilmuwan harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mendapatkan promosi,                menerima pengakuan akademis, atau agar artikelnya diterbitkan dalam                jurnal-jurnal ilmiah. Pengakuan terang-terangan terhadap teori evolusi                adalah kriteria nomor satu. Sistem ini membuat para ilmuwan menghabiskan                seluruh hidup dan karier ilmiahnya demi sebuah keyakinan dogmatis.</p>
<p>Inilah realitas sesungguhnya di balik pernyataan &#8220;evolusi                masih tetap diterima oleh dunia ilmu pengetahuan&#8221;. Evolusi dipertahankan                hidup bukan karena memiliki kelayakan ilmiah, tetapi karena merupakan                sebuah kewajiban ideologis. Sangat sedikit ilmuwan yang menyadari                kenyataan ini, dan berani menunjukkan &#8220;sang raja tidak mengenakan                selembar baju pun&#8221;.</p>
<p>Bagian selanjutnya dari buku ini akan mengetengahkan                penemuan-penemuan ilmiah modern yang telah meruntuhkan kepercayaan                evolusionis dan yang menunjukkan bukti-bukti nyata keberadaan Allah.                Pembaca akan menyaksikan bahwa teori evolusi ternyata merupakan                kebohongan &#8211; sebuah kebohongan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan                pada tiap tahapannya, akan tetapi tetap saja dipertahankan untuk                menutupi fakta penciptaan. Diharapkan pembaca akan membebaskan diri                dari mantra yang menumpulkan pikiran dan melumpuhkan kemampuan menilai                tersebut, dan selanjutnya merenungkan dengan sungguh-sungguh apa                yang disampaikan dalam buku ini.</p>
<p>Jika ia melepaskan diri dari jerat mantra ini dan mampu                berpikir jernih, bebas dan tanpa prasangka, ia akan segera menemukan                kebenaran sebening kristal. Kebenaran tak terbantahkan ini, yang                telah ditunjukkan pula oleh ilmu pengetahuan modern dalam semua                aspek, adalah bahwa makhluk hidup muncul bukan secara kebetulan                melainkan sebagai hasil penciptaan. Manusia akan dengan mudah melihat                fakta penciptaan ketika ia mau memikirkan bagaimana dirinya menjadi                ada, bagaimana ia tercipta dari setetes air, atau kesempurnaan pada                setiap makhluk hidup lain.</p>
<p>Sejarah Singkat Teori Evolusi</p>
<p>Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman                dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan.                Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan                gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat, kita akan                melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan.</p>
<p>Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno                ini yang telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan                ilmu pengetahuan modern, melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya                mereka yang memelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya.                Seraya mempelajari ilmu pengetahuan, mereka berusaha menyingkap                rahasia jagat raya yang telah diciptakan Tuhan dan mengungkap hukum-hukum                dan detail-detail dalam ciptaan-Nya. Ahli Astronomi seperti <strong>Leonardo                da Vinci</strong>, <strong>Copernicus, Keppler</strong> dan<strong> Galileo</strong>; bapak                paleontologi, <strong>Cuvier</strong>; perintis botani dan zoologi, <strong>Linnaeus</strong>;                dan <strong>Isaac Newton</strong>, yang dijuluki sebagai &#8220;ilmuwan terbesar                yang pernah ada&#8221;, semua mempelajari ilmu pengetahuan dengan tidak                hanya meyakini keberadaan Tuhan, tetapi juga bahwa keseluruhan alam                semesta adalah hasil ciptaan-Nya <a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#1">1</a> <a name="1."></a><strong>Albert Einstein,</strong> yang dianggap sebagai orang                paling jenius di zaman kita, adalah seorang ilmuwan yang mempercayai                Tuhan dan menyatakan, &#8220;Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan                sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya: ilmu pengetahuan                tanpa agama akan pincang.&#8221; <a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#2">2</a> <a name="2."></a></p>
<p>Salah seorang pendiri fisika modern,                dokter asal Jerman, Max Planck mengatakan bahwa setiap orang, yang                mempelajari ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh, akan membaca                pada gerbang istana ilmu pengetahuan sebuah kata: &#8220;Berimanlah&#8221;.                <strong>Keimanan adalah atribut penting seorang ilmuwan</strong>.<a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#3">3</a> <a name="3."></a></p>
<p>Teori evolusi merupakan buah filsafat                materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat                materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Seperti                telah disebutkan sebelumnya, paham materialisme berusaha menjelaskan                alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan,                pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak                hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa                kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal                manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan                sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan.                Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling                mendasar akal manusia ini, memunculkan &#8220;teori evolusi&#8221; di pertengahan                abad ke-19.</p>
<p>Khayalan Darwin</p>
<p>Orang yang mengemukakan teori evolusi                sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis                amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin.</p>
<p>Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan                formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir                pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung                secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama                H.M.S. Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi                berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub                melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung                finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi                pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka                terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul                kehidupan dan spesies berdasar pada konsep &#8220;adaptasi terhadap lingkungan&#8221;.                Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara                terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek mo-yang yang sama                dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.</p>
<p>Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan                atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya                sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi                materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu                yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan                sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang                menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu                individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.                (Asal usul &#8220;sifat-sifat yang menguntungkan&#8221; ini belum diketahui                pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju                dari mekanisme ini.</p>
<p>Darwin menamakan proses ini <strong>&#8220;evolusi                melalui seleksi alam&#8221;.</strong> Ia mengira telah menemukan &#8220;asal usul                spesies&#8221;: suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan                pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul <em>The Origin of Species,                By Means of Natural Selection</em> pada tahun 1859.</p>
<p>Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi                banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab<strong> &#8220;Difficulties                of the Theory&#8221;</strong>. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan                fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak                mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup.                Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan                baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan                yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut. Seorang                ahli fisika Amerika, Lipson, mengomentari &#8220;kesulitan-kesulitan&#8221;                Darwin tersebut:</p>
<blockquote><p>Ketika membaca <strong>The Origin of Species</strong>,                  saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yang sering                  dikatakan orang tentangnya; bab &#8220;Difficulties of the Theory&#8221; misalnya,                  menunjukkan keragu-raguannya yang cukup besar. Sebagai seorang                  fisikawan, saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya                  mengenai bagaimana mata terbentuk.<a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#4">4 </a><a name="4."></a></p></blockquote>
<p>Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan                oleh para ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang                ahli biologi Perancis, <strong>Lamarck</strong>.<a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan2.php#5">5</a> <a name="5."></a>Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan                ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi                ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh,                jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan                itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit                dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang                lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis                Lamarck tentang &#8220;pewarisan sifat-sifat yang diperoleh&#8221; sebagai faktor                yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.</p>
<p><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46a.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-106" title="46a" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46a.jpg?w=150&#038;h=104" alt="" width="150" height="104" /></a></p>
<p>Namun Darwin dan Lamarck telah keliru,                sebab pada masa mereka, kehidupan hanya dapat dipelajari dengan                teknologi yang sangat primitif dan pada tahap yang sangat tidak                memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia                belum ada sekalipun hanya nama. Karenanya, teori mereka harus bergantung                sepenuhnya pada kekuatan imajinasi.</p>
<p>Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang,                seorang ahli botani Austria bernama <strong>Gregor Mendel</strong> menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak                banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat                perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu                <strong>genetika</strong>. Beberapa waktu kemudian, struktur gen                dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul                DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke                dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan                dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.</p>
<p>Perkembangan ini seharusnya membuat teori                Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak                terjadi, karena ada kelompok-kelompok tertentu yang bersikeras merevisi,                memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah.                Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari                bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar                kepentingan ilmiah.</p>
<p>Usaha Putus Asa Neo-Darwinisme</p>
<p>Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis                karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama                abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad                bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka                berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society                of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins                dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian                Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn                L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan                Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara                untuk &#8220;menambal sulam&#8221; Darwinisme.</p>
<p>Kader-kader ini berfokus kepada pertanyaan                tentang <strong>asal usul variasi menguntungkan yang diasumsikan menjadi                penyebab makhluk hidup berevolusi</strong> -sebuah masalah yang tidak                mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dengan bergantung                pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adalah <strong>&#8220;mutasi acak&#8221;                (random mutations).</strong> Mereka menamakan teori baru ini <strong>&#8220;Teori                Evolusi Sintetis Modern&#8221; (The Modern Synthetic Evolution Theory),</strong> yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi                alam Darwin. Dalam waktu singkat, teori ini dikenal sebagai<strong> &#8220;neo-Darwinisme&#8221; </strong>dan mereka yang mengemukakannya disebut &#8220;neo-Darwinis&#8221;.</p>
<p>Beberapa dekade berikutnya menjadi era                perjuangan berat untuk membuktikan kebenaran neo-Darwinisme. Telah                diketahui bahwa <strong>mutasi</strong> &#8211; atau &#8220;kecelakaan&#8221; &#8211; yang                terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan. Neo-Darwinis                berupaya memberikan contoh &#8220;mutasi yang menguntungkan&#8221; dengan melakukan                ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir                dengan kegagalan total.</p>
<p>Mereka juga berupaya membuktikan bahwa                makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi                bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi                eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen                yang bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara                kebetulan telah gagal. Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa                tidak ada satu pun protein, yang merupakan molekul penyusun kehidupan,                dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula sel, yang menurut anggapan                evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi primitif dan                tidak terkendali, tidak dapat disintesis oleh laboratorium-laboratorium                abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.</p>
<p>Teori neo-Darwinis telah ditumbangkan                pula oleh <strong>catatan fosil</strong>. Tidak pernah ditemukan di belahan                dunia mana pun &#8220;bentuk-bentuk transisi&#8221; yang diasumsikan teori neo-Darwinis                sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif                ke spesies lebih maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan                bahwa spesies yang diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata                memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka                tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya.</p>
<p>Neo-Darwinisme memang tidak pernah menjadi                teori ilmiah, tapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak                bisa disebut sebagai semacam &#8220;agama&#8221;. Oleh karena itu, pendukung                teori evolusi masih saja mempertahankannya meskipun bukti-bukti                berbicara lain. Tetapi ada satu hal yang mereka sendiri tidak sependapat,                yaitu model evolusi mana yang &#8220;benar&#8221; dari sekian banyak model yang                diajukan. Salah satu hal terpenting dari model-model tersebut adalah                sebuah skenario fantastis yang disebut &#8220;<em>punctuated equilibrium</em>&#8220;</p>
<div id="attachment_105" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46.jpg"><img class="size-full wp-image-105" title="46" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46.jpg?w=510" alt="Darwin"   /></a><p class="wp-caption-text">FOKUS: Rasisme Darwin Salah satu aspek diri Darwin yang terpenting namun tidak banyak diketahui adalah pandangan rasisnya: Darwin menganggap orang-orang kulit putih Eropa lebih &quot;maju&quot; dibandingkan ras-ras manusia lainnya. Selain beranggapan bahwa manusia adalah makhluk mirip kera yang telah berevolusi, Darwin juga ber-pendapat bahwa beberapa ras manusia berkembang lebih maju dibandingkan ras-ras lain, dan ras-ras terbelakang ini masih memiliki sifat kera. Dalam bukunya The Descent of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species, dengan berani ia berkomentar tentang &quot;perbedaan-perbedaan besar antara manusia dari beragam ras&quot;.1 Dalam bukunya tersebut, Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan bahwa mereka lambat laun akan &quot;disingkirkan&quot; oleh &quot;ras-ras beradab&quot;. Ia berkata:      Di masa mendatang, tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera antropomorfus (menyerupai manusia)... tak diragukan lagi akan musnah. Selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekatnya akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia dalam keadaan yang lebih beradab - kita dapat berharap bahkan lebih dari Kaukasian - dengan jenis-jenis kera serendah babun, tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan negro atau penduduk asli Australia dengan gorila.2  Pendapat-pendapat Darwin yang tidak masuk akal ini tidak hanya dijadikan teori, tetapi juga diposisikan sebagai &quot;dasar ilmiah&quot; paling penting bagi rasisme. Dengan asumsi bahwa makhluk hidup berevolusi ketika berjuang mempertahankan hidup, Darwinisme bahkan dimasukkan ke dalam ilmu-ilmu sosial, dan dijadikan sebuah konsep yang kemudian dinamakan &quot;Darwinisme Sosial&quot;.  Darwinisme Sosial berpendapat bahwa ras-ras manusia berada pada tingkatan berbeda-beda pada &quot;tangga evolusi&quot;, dan ras-ras Eropa adalah yang paling &quot;maju&quot; di antara semua ras, sedangkan ras-ras lain masih memiliki ciri-ciri &quot;kera&quot;.</p></div>
<div id="attachment_104" class="wp-caption alignright" style="width: 117px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/321.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-104" title="321" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/321.jpg?w=107&#038;h=150" alt="Who made Darwinism" width="107" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Charles Darwin</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=103&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusitanya-tanya-edisi-special6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46a.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">46a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/46.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">46</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/321.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">321</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keruntuhan Teori Evolusi ( Tanya -Tanya Edisi Special) 5.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-5/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 01:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Materialisme Buta Sumber: HarunYahya.com Keyakinan yang kita bicarakan ini adalah filsafat materialistis, yang berpendapat bahwa materi bersifat kekal, dan tidak ada yang lain kecuali materi. Teori evolusi menjadi semacam &#8220;pondasi ilmiah&#8221; filsafat materialistis ini, sehingga dibela secara membuta demi mempertahankan filsafat tersebut. Ketika ilmu pengetahuan menggugurkan pernyataan-pernyataan tentang evolusi pada penghujung abad ke-20, mereka berupaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=95&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Materialisme Buta</p>
<p>Sumber: HarunYahya.com</p>
<p>Keyakinan yang kita bicarakan ini adalah <strong>filsafat                materialistis</strong>, yang berpendapat bahwa materi bersifat kekal,                dan tidak ada yang lain kecuali materi. Teori evolusi menjadi semacam                &#8220;pondasi ilmiah&#8221; filsafat materialistis ini, sehingga dibela secara                membuta demi mempertahankan filsafat tersebut. Ketika ilmu pengetahuan                menggugurkan pernyataan-pernyataan tentang evolusi pada penghujung                abad ke-20, mereka berupaya mendistorsi dan menempatkan ilmu pengetahuan                untuk mendukung teori evolusi, sehingga ideologi materialisme tetap                hidup.</p>
<p>Kutipan dari salah seorang ahli biologi evolusionis ternama                dari Turki berikut ini merupakan contoh nyata untuk melihat tujuan                dari penilaian menyimpang akibat keyakinan buta ini. Ilmuwan ini                membahas probabilitas pembentukan secara kebetulan sitokrom-C, salah                satu enzim terpenting bagi kehidupan:</p>
<blockquote><p>Probabilitas pembentukan rangkaian sitokrom-C mendekati                  nol. Jadi, jika kehidupan memerlukan sebuah rangkaian tertentu,                  maka dapat dikatakan bahwa ia memiliki probabilitas untuk terwujud                  hanya satu kali di seluruh alam semesta. Jika tidak, kekuatan-kekuatan                  metafisis di luar definisi kita mestilah telah berperan dalam                  pembentukan tersebut. Menerima pernyataan terakhir ini tidak sesuai                  dengan tujuan-tujuan ilmu pengetahuan, karenanya kita harus mengkaji                  hipotesis pertama. <a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan1.php#1">1</a> <a name="1."></a></p></blockquote>
<p>Orang-orang yang mempercayai ilmuwan tersebut pun menjadi                terpikat dan dibutakan oleh mantra materialistis yang sama, dan                mengalami kondisi psikologis serupa ketika membaca buku-buku dan                artikel-artikel mereka.</p>
<p>Sudut pandang materialistis dogmatis menjadi penyebab                banyaknya ilmuwan ternama yang ateis. Sedangkan mereka yang telah                membebaskan diri dari jeratan mantra ini dan mau membuka pikiran,                tidak akan ragu menerima keberadaan Sang Pencipta. Ahli biokimia                Amerika, Dr. Michael J. Behe, salah seorang ilmuwan terkemuka pendukung                teori <strong>&#8220;intelligent design&#8221;</strong> yang akhir-akhir ini telah diterima                luas, menggambarkan para ilmuwan yang tidak mempercayai &#8220;desain&#8221;                atau &#8220;penciptaan&#8221; makhluk hidup sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Selama empat dekade terakhir, bio-kimia modern telah                  berhasil menyingkap rahasia sel. Hal ini menuntut puluhan ribu                  orang mendedikasikan bagian terbaik dari hidup mereka untuk pekerjaan                  laboratorium yang membosankan&#8230;. Usaha kumulatif meneliti sel,                  yang berarti meneliti kehidupan di tingkat molekuler, menghasilkan                  sebuah teriakan tajam, jelas dan nyaring, &#8220;Desain!&#8221;. Hasilnya                  sangat jelas dan begitu signifikan, sehingga harus dikategorikan                  sebagai sebuah pencapaian terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan&#8230;.                  Anehnya, kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut                  dengan <strong>kesadaran yang tak terungkap.</strong> Mengapa komunitas                  ilmuwan tidak antusias menyambut penemuan yang mengejutkan ini?                  Mengapa observasi desain ini diselimuti dengan tabir intelektual?                  <strong>Yang menjadi dilema adalah bahwa ketika satu sisi seekor gajah                  diberi label &#8220;intelligent design&#8221;, sisi yang lain harus diberi                  label &#8220;Tuhan&#8221;. </strong><a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan1.php#2">2</a> <a name="2."></a></p></blockquote>
<p>Inilah kesulitan bagi ilmuwan evolusionis ateis yang                An-da saksikan di majalah-majalah dan televisi dan menulis buku-buku                yang mungkin Anda baca. Semua penelitian ilmiah yang mereka lakukan                menunjukkan keberadaan Sang Pencipta. Akan tetapi, karena telah                begitu mati rasa dan buta oleh pendidikan materialistik dogmatis,                mereka masih saja bersikeras menolak.</p>
<p>Mereka yang terus-menerus mengabaikan tanda-tanda dan                bukti-bukti nyata keberadaan Pencipta akan kehilangan seluruh kepekaan.                Mereka terperangkap dalam kepercayaan diri yang menyesatkan akibat                memudarnya kepekaan, dan akhirnya menjadi pendukung kemustahilan.                Contohnya Richard Dawkins, seorang evolusionis terkemuka yang menyeru                umat Kristen untuk tidak meyakini mukjizat, bahkan jika mereka melihat                patung Bunda Maria melambaikan tangannya. Menurut Dawkin, &#8220;Mungkin                saja semua atom penyusun lengan patung itu kebetulan bergerak ke                arah yang sama pada saat bersamaan &#8211; suatu kejadian dengan probabilitas                teramat kecil, tetapi mungkin terjadi.&#8221; <a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan1.php#3">3</a></p>
<div id="attachment_99" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/40.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-99" title="40" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/40.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Richard Dawkins, sibuk mengajarkan evolusi</p></div>
<div id="attachment_96" class="wp-caption alignleft" style="width: 155px"><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/39.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-96" title="39" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/39.jpg?w=145&#038;h=150" alt="" width="145" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Michael Behe: &quot;Kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut dengan kesadaran yang tak terungkap.&quot;</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=95&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/40.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">40</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/39.jpg?w=145" medium="image">
			<media:title type="html">39</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keruntuhan Teori Evolusi (Tanya-Tanya Edisi Special)4.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special4/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 01:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: HarunYahya.com Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=93&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: HarunYahya.com</p>
<p><strong><em>Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya                terhadap ideologi-ideologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang                mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme,                ajaran terdepan di antara ideologi-ideologi ini, merupakan konsekuensi                politis alami dari filsafat materialisme. Karena komunisme berusaha                menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi                ideologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak                struktur kesatuan suatu negara.</em></strong></p>
<p><strong><em>Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme,                dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi,                komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya                sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus                komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin                yang mendasari teori evolusi dengan &#8220;Inilah buku yang berisi landasan                sejarah alam bagi pandangan kami&#8221;<a href="http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/keruntuhan.php#1">1</a> <a name="1."></a></em></strong></p>
<p><strong><em>Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern                telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar                pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku                lagi, sehingga ajaran ini &#8211; utamanya pandangan Karl Marx &#8211; benar-benar                telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak                hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali                materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan                hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta                ilmiah yang membantah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan                mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan sesungguhnya dari apa                yang disebut &#8220;ilmu pengetahuan&#8221; ini, yang ternyata tidak lebih dari                sebuah penipuan.</em></strong></p>
<p><strong><em>Agar Bebas dari Prasangka</em></strong></p>
<p><strong><em>Kebanyakan orang menerima apa pun yang mereka peroleh                dari ilmuwan sebagai kebenaran sejati. Tidak terlintas dalam pikiran                mereka bahwa ilmuwan pun mungkin memiliki berbagai prasangka filosofis                atau ideologis. Pada kenyataannya, ilmuwan evolusionis telah memaksakan                prasangka dan pandangan filosofis mereka kepada masyarakat luas                dengan kedok ilmu pengetahuan. Misalnya, meskipun sadar bahwa kejadian                acak hanya akan menghasilkan ketidakteraturan dan kekacauan, mereka                tetap menyatakan bahwa keteraturan, perencanaan dan desain yang                sangat mengagumkan pada jagat raya dan makhluk hidup terjadi secara                kebetulan.</em></strong></p>
<p><strong><em>Sebagai contoh, ahli biologi semacam ini akan dengan                mudahnya menemukan keselarasan yang menakjubkan pada molekul protein,                bahan penyusun kehidupan, dan molekul ini sama sekali tidak mungkin                muncul secara kebetulan. Meski demikian ia malah menyatakan bahwa                protein ini muncul pada kondisi bumi yang primitif secara kebetulan                miliaran tahun yang lalu. Tidak cukup sampai di sini, ia juga menyatakan                tanpa keraguan bahwa tidak hanya satu, tetapi jutaan protein terbentuk                secara kebetulan, dan selanjutnya secara luar biasa bergabung membentuk                sel hidup pertama. Lebih jauh lagi, ia berkeras mempertahankan pandangannya                secara fanatik. Orang ini adalah ilmuwan &#8220;evolusionis&#8221;.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jika ilmuwan yang sama melewati sebuah jalan datar, dan                menemukan tiga buah batu bata bertumpuk rapi, tentunya ia tidak                akan pernah menganggap bahwa ketiga batu bata tersebut terbentuk                secara kebetulan dan selanjutnya menyusun diri menjadi tumpukan,                juga secara kebetulan. Sudah pasti, siapa pun yang membuat pernyataan                seperti itu akan dianggap tidak waras.</em></strong></p>
<p><strong><em>Lalu, bagaimana mungkin mereka yang mampu menilai peristiwa-peristiwa                biasa secara rasional, dapat bersikap begitu tidak masuk akal ketika                memikirkan keberadaan diri mereka sendiri?</em></strong></p>
<p><strong><em>Sikap seperti ini tidak mungkin diambil atas nama ilmu                pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, jika terdapat dua alternatif                dengan kemungkinan yang sama mengenai suatu masalah, kita diharuskan                mempertimbangkan keduanya. Dan jika kemungkinan salah satu alternatif                tersebut jauh lebih kecil, misalnya hanya 1 %, maka tindakan yang                rasional dan ilmiah adalah mengambil alternatif lainnya, yang memiliki                kemungkinan 99 %, sebagai pilihan yang benar.</em></strong></p>
<p><strong><em>Mari kita teruskan dengan berpegang pada pedoman ilmiah                ini. Terdapat dua pandangan yang dapat dikemukakan tentang bagaimana                makhluk hidup muncul di muka bumi. Pandangan pertama menyatakan                bahwa semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah dalam tatanan yang                rumit seperti sekarang ini. Sedangkan pandangan kedua menyatakan                bahwa kehidupan terbentuk oleh kebetulan-kebetulan acak dan di luar                kesengajaan. Pandangan terakhir ini adalah pernyataan teori evolusi.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jika kita mengacu kepada data-data ilmiah, misalnya di                bidang biologi molekuler, jangankan satu sel hidup, salah satu dari                jutaan protein di dalam sel tersebut sangat tidak mungkin muncul                secara kebetulan. Sebagaimana juga akan diilustrasikan dalam bab-bab                berikutnya, perhitungan probabilitas telah berkali-kali menegaskan                hal ini. Jadi pandangan evolusionis tentang kemunculan makhluk hidup                memiliki probabilitas nol untuk diterima sebagai kebenaran.</em></strong></p>
<p><strong><em>Artinya, pandangan pertama memiliki kemungkinan &#8220;100                %&#8221; sebagai suatu kebenaran. Jadi, kehidupan telah dimunculkan dengan                sengaja, atau dengan kata lain, kehidupan itu &#8220;diciptakan&#8221;. Semua                makhluk hidup telah muncul atas kehendak Sang Pencipta yang memiliki                kekuatan, kebijaksanaan dan ilmu yang tak tertandingi. Kenyataan                ini bukan sekadar masalah keyakinan; ini adalah kesimpulan yang                sudah semestinya dicapai melalui kearifan, logika dan ilmu pengetahuan.</em></strong></p>
<p><strong><em>Dengan begitu, sudah seharusnya ilmuwan &#8220;evolusionis&#8221;                tadi menarik pernyataan mereka dan menerima fakta yang jelas dan                telah terbukti. Dengan bersikap sebaliknya, ia telah mengorbankan                ilmu pengetahuan demi filsafat, ideologi dan dogma yang diikutinya,                dan tidak menjadi seorang ilmuwan sejati.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kemarahan, sikap keras kepala dan prasangka &#8220;ilmuwan&#8221;                ini semakin bertambah setiap kali ia berhadapan dengan kenyataan.                Sikapnya dapat dijelaskan dengan satu kata: &#8220;keyakinan&#8221;. Tetapi                keyakinan tersebut adalah keyakinan takhayul yang buta, karena hanya                itulah penjelasan bagi ketidakpeduliannya terhadap fakta-fakta atau                kesetiaan seumur hidup kepada skenario tak masuk akal yang ia susun                dalam khayalannya sendiri.</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=93&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keruntuhan Teori Evolusi (Tanya-Tanya Edisi Special) 3.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-3/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 01:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Ada Apa dengan Teori Evolusi? Sumber: HarunYahya.com &#160; Sebagian orang yang pernah mendengar &#8220;teori evolusi&#8221; atau &#8220;Darwinisme&#8221; mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=85&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Ada Apa dengan Teori Evolusi?</em></strong></p>
<p><strong><em>Sumber: HarunYahya.com<br />
</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Sebagian orang yang pernah mendengar &#8220;teori evolusi&#8221; atau &#8220;Darwinisme&#8221; mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.</em></strong></p>
<p><strong><em>Filsafat tersebut adalah &#8220;materialisme&#8221;, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan atau moral yang baik, sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignright" style="width: 123px"><strong><em><strong><em><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/122.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-88" title="12" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/122.jpg?w=113&#038;h=150" alt="The Book" width="113" height="150" /></a></em></strong></em></strong><p class="wp-caption-text">Stop It!</p></div>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignleft" style="width: 128px"><strong><em><strong><em><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/32a2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-91" title="32a" src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/32a2.jpg?w=118&#038;h=150" alt="Darwinism!" width="118" height="150" /></a></em></strong></em></strong><p class="wp-caption-text">Karl Marx dengan jelas menyatakan bahwa teori Darwin memberikan dasar yang kokoh bagi materialisme, dan tentu saja bagi komunisme. Ia juga menunjukkan simpatinya kepada Darwin dengan mempersembahkan buku Das Kapital, yang dianggap sebagai karya terbesarnya, kepada Darwin. Dalam bukunya yang berbahasa Jerman, ia menulis: &quot;Dari seorang pengagum setia kepada Charles Darwin&quot;.</p></div>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=85&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/09/keruntuhan-teori-evolusi-tanya-tanya-edisi-special-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/122.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/32a2.jpg?w=118" medium="image">
			<media:title type="html">32a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya Tanya 2.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 13:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[1) What are plants? First, watch this video. Now, let&#8217;s see another video! Now, what is it? Plants are living organisms belonging to the kingdom Plantae. They include familiar organisms such as trees, flowers, herbs, bushes, grasses, vines, ferns, mosses, and green algae. The scientific study of plants, known as botany, has identified about 350,000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=77&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1) What are plants? First, watch this video.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/"><img src="http://img.youtube.com/vi/H9MV5CgPgIQ/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Now, let&#8217;s see another video!<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ktIGVtKdgwo/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Now, what is it?<br />
Plants are living organisms belonging to the kingdom Plantae. They include familiar organisms such as trees, flowers, herbs, bushes, grasses, vines, ferns, mosses, and green algae. The scientific study of plants, known as botany, has identified about 350,000 extant species of plants, defined as seed plants, bryophytes, ferns and fern allies. As of 2004, some 287,655 species had been identified, of which 258,650 are flowering and 18,000 bryophytes (see table below). Green plants, sometimes called Viridiplantae, obtain most of their energy from sunlight via a process called photosynthesis.When the name Plantae or plant is applied to a specific taxon, it is usually referring to one of three concepts. From least to most inclusive, these three groupings are:<br />
Name(s) 	Scope 	Description<br />
Land plants, also known as Embryophyta or Metaphyta. 	Plantae sensu strictissimo 	This group includes the liverworts, hornworts, mosses, and vascular plants, as well as fossil plants similar to these surviving groups.<br />
Green plants &#8211; also known as Viridiplantae, Viridiphyta or Chlorobionta 	Plantae sensu stricto 	Includes the land plants plus Charophyta (i.e. stoneworts), and Chlorophyta (i.e., other green algae such as sea lettuce). Viridiplantae encompass a group of organisms that possess chlorophyll a and b, have plastids that are bound by only two membranes, are capable of storing starch, and have cellulose in their cell walls. It is this clade which is mainly the subject of this article.<br />
Archaeplastida, Plastida or Primoplantae 	Plantae sensu lato 	Comprises the green plants above plus Rhodophyta (red algae) and Glaucophyta (glaucophyte algae). This clade includes the organisms that eons ago acquired their chloroplasts directly by engulfing cyanobacteria.</p>
<p>Outside of formal scientific contexts, the term &#8220;plant&#8221; implies an association with certain traits, such as multicellularity, cellulose, and photosynthesis.[2][3] Many of the classification controversies involve organisms that are rarely encountered and are of minimal apparent economic significance, but are crucial in developing an understanding of the evolution of modern flora.<br />
Algae<br />
Green algae from Ernst Haeckel&#8217;s Kunstformen der Natur, 1904.<br />
Main article: Algae</p>
<p>Most algae are no longer classified within the Kingdom Plantae.[4][5] The algae comprise several different groups of organisms that produce energy through photosynthesis, each of which arose independently from separate non-photosynthetic ancestors. Most conspicuous among the algae are the seaweeds, multicellular algae that may roughly resemble terrestrial plants, but are classified among the green, red, and brown algae. Each of these algal groups also includes various microscopic and single-celled organisms.</p>
<p>The two groups of green algae are the closest relatives of land plants (embryophytes). The first of these groups is the Charophyta (desmids and stoneworts), from which the embryophytes developed.[6][7][8] The sister group to the combined embryophytes and charophytes is the other group of green algae, Chlorophyta, and this more inclusive group is collectively referred to as the green plants or Viridiplantae. The Kingdom Plantae is often taken to mean this monophyletic grouping. With a few exceptions among the green algae, all such forms have cell walls containing cellulose, have chloroplasts containing chlorophylls a and b, and store food in the form of starch. They undergo closed mitosis without centrioles, and typically have mitochondria with flat cristae.</p>
<p>The chloroplasts of green plants are surrounded by two membranes, suggesting they originated directly from endosymbiotic cyanobacteria. The same is true of two additional groups of algae: the Rhodophyta (red algae) and Glaucophyta. All three groups together are generally believed to have a common origin, and so are classified together in the taxon Archaeplastida. In contrast, most other algae (e.g. heterokonts, haptophytes, dinoflagellates, and euglenids) have chloroplasts with three or four surrounding membranes. They are not close relatives of the green plants, presumably acquiring chloroplasts separately from ingested or symbiotic green and red algae.</p>
<p>2)What is a pollution? First, watch this video.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/"><img src="http://img.youtube.com/vi/6CZid5uWkWE/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Now, what is it?<br />
Pollution is the introduction of contaminants into a natural environment that causes instability, disorder, harm or discomfort to the ecosystem i.e. physical systems or living organisms.[1] Pollution can take the form of chemical substances or energy, such as noise, heat, or light. Pollutants, the elements of pollution, can be foreign substances or energies, or naturally occurring; when naturally occurring, they are considered contaminants when they exceed natural levels. Pollution is often classed as point source or nonpoint source pollution. The Blacksmith Institute issues annually a list of the world&#8217;s worst polluted places. In the 2007 issues the ten top nominees are located in Azerbaijan, China, India, Peru, Russia, Ukraine, and Zambia.[2]<br />
Air pollution has always been with us. According to a 1983 article in the journal Science, &#8220;soot found on ceilings of prehistoric caves provides ample evidence of the high levels of pollution that was associated with inadequate ventilation of open fires.&#8221;[3] The forging of metals appears to be a key turning point in the creation of significant air pollution levels outside the home. Core samples of glaciers in Greenland indicate increases in pollution associated with Greek, Roman and Chinese metal production.[4]<br />
Official acknowledgement</p>
<p>The earliest known writings concerned with pollution were written between the 9th and 13th centuries by Persian scientists such as Muhammad ibn Zakarīya Rāzi (Rhazes), Ibn Sina (Avicenna), and al-Masihi or were Arabic medical treatises written by physicians such as al-Kindi (Alkindus), Qusta ibn Luqa (Costa ben Luca), Ibn Al-Jazzar, al-Tamimi, Ali ibn Ridwan, Ibn Jumay, Isaac Israeli ben Solomon, Abd-el-latif, Ibn al-Quff, and Ibn al-Nafis. Their works covered a number of subjects related to pollution such as air contamination, water contamination, soil contamination, solid waste mishandling, and environmental assessments of certain localities.[5]</p>
<p>King Edward I of England banned the burning of sea-coal by proclamation in London in 1272, after its smoke had become a problem.[6][7] But the fuel was so common in England that this earliest of names for it was acquired because it could be carted away from some shores by the wheelbarrow. Air pollution would continue to be a problem in England, especially later during the industrial revolution, and extending into the recent past with the Great Smog of 1952. This same city also recorded one of the earlier extreme cases of water quality problems with the Great Stink on the Thames of 1858, which led to construction of the London sewerage system soon afterward.</p>
<p>It was the industrial revolution that gave birth to environmental pollution as we know it today. The emergence of great factories and consumption of immense quantities of coal and other fossil fuels gave rise to unprecedented air pollution and the large volume of industrial chemical discharges added to the growing load of untreated human waste. Chicago and Cincinnati were the first two American cities to enact laws ensuring cleaner air in 1881. Other cities followed around the country until early in the 20th century, when the short lived Office of Air Pollution was created under the Department of the Interior. Extreme smog events were experienced by the cities of Los Angeles and Donora, Pennsylvania in the late 1940s, serving as another public reminder.[8]<br />
3) Electricity<br />
first, we watch this video.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ymRwIUNlEL4/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
Now, what is it?<br />
Electricity is a general term encompassing a variety of phenomena resulting from the presence and flow of electric charge. These include many easily recognizable phenomena, such as lightning, static electricity, and the flow of electrical current in an electrical wire. In addition, electricity encompasses less familiar concepts such as the electromagnetic field and electromagnetic induction.</p>
<p>The word is from the New Latin ēlectricus, &#8220;amber-like&#8221;[a], coined in the year 1600 from the Greek ήλεκτρον (electron) meaning amber (hardened plant resin), because static electricity effects were produced classically by rubbing amber.</p>
<p>Usage</p>
<p>In general usage, the word &#8220;electricity&#8221; adequately refers to a number of physical effects. In scientific usage, however, the term is vague, and these related, but distinct, concepts are better identified by more precise terms:</p>
<p>    * Electric charge: a property of some subatomic particles, which determines their electromagnetic interactions. Electrically charged matter is influenced by, and produces, electromagnetic fields.<br />
    * Electric current: a movement or flow of electrically charged particles, typically measured in amperes.<br />
    * Electric field: an influence produced by an electric charge on other charges in its vicinity.<br />
    * Electric potential: the capacity of an electric field to do work on an electric charge, typically measured in volts.<br />
    * Electromagnetism: a fundamental interaction between the magnetic field and the presence and motion of an electric charge.</p>
<p>The most common use of the word &#8220;electricity&#8221; is less precise. It refers to:</p>
<p>    * Electric power provided commercially by the electrical power industry. In a loose but common use of the term, &#8220;electricity&#8221; may be used to mean &#8220;wired for electricity&#8221; which means a working connection to an electric power station. Such a connection grants the user of &#8220;electricity&#8221; access to the electric field present in electrical wiring, and thus to electric power.</p>
<p>Electrical phenomena have been studied since antiquity, though advances in the science were not made until the seventeenth and eighteenth centuries. Practical applications for electricity however remained few, and it would not be until the late nineteenth century that engineers were able to put it to industrial and residential use. The rapid expansion in electrical technology at this time transformed industry and society. Electricity&#8217;s extraordinary versatility as a source of energy means it can be put to an almost limitless set of applications which include transport, heating, lighting, communications, and computation. Electrical power is the backbone of modern industrial society, and is expected to remain so for the foreseeable future.[1]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=77&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya tanya 1.</title>
		<link>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-1/</link>
		<comments>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 12:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daffaroihan1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daffaroihan2.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[1) Legend First,watch this &#8220;Legend Of Nessie&#8221; Video! Now, what is a legend? A legend (Latin, legenda, &#8220;things to be read&#8221;) is a narrative of human actions that are perceived both by teller and listeners to take place within human history and to possess certain qualities that give the tale verisimilitude. Legend, for its active [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=69&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1) Legend</p>
<p>First,watch this &#8220;Legend Of Nessie&#8221; Video!</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-1/"><img src="http://img.youtube.com/vi/AbYe30J8JKc/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Now, what is a legend?<br />
A legend (Latin, legenda, &#8220;things to be read&#8221;) is a narrative of human actions that are perceived both by teller and listeners to take place within human history and to possess certain qualities that give the tale verisimilitude. Legend, for its active and passive participants includes no happenings that are outside the realm of &#8220;possibility&#8221;, defined by a highly flexible set of parameters, which may include miracles that are perceived as actually having happened, within the specific tradition of indoctrination where the legend arises, and within which it may be transformed over time, in order to keep it fresh and vital, and realistic.</p>
<p>The Brothers Grimm defined legend as folktale historically grounded.[1] A modern folklorist&#8217;s professional definition of legend was proposed by Timothy R. Tangherlini in 1990:[2]</p>
<p>    Legend, typically, is a short (mono-) episodic, traditional, highly ecotypified[3] historicized narrative performed in a conversational mode, reflecting on a psychological level a symbolic representation of folk belief and collective experiences and serving as a reaffirmation of commonly held values of the group to whose tradition it belongs.&#8221;</p>
<p>2) What is a magnet?<br />
first, watch this video.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-1/"><img src="http://img.youtube.com/vi/wMFPe-DwULM/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p>Now, what is it?<br />
A magnet (from Greek μαγνήτις λίθος magnḗtis líthos, &#8220;Magnesian stone&#8221;) is a material or object that produces a magnetic field. This magnetic field is invisible but is responsible for the most notable property of a magnet: a force that pulls on other ferromagnetic materials, such as iron, and attracts or repels other magnets.</p>
<p>A permanent magnet is an object made from a material that is magnetized and creates its own persistent magnetic field. An everyday example is a refrigerator magnet used to hold notes on a refrigerator door. Materials that can be magnetized, which are also the ones that are strongly attracted to a magnet, are called ferromagnetic (or ferrimagnetic). These include iron, nickel, cobalt, some alloys of rare earth metals, and some naturally occurring minerals such as lodestone. Although ferromagnetic (and ferrimagnetic) materials are the only ones attracted to a magnet strongly enough to be commonly considered magnetic, all other substances respond weakly to a magnetic field, by one of several other types of magnetism.</p>
<p>Ferromagnetic materials can be divided into magnetically &#8220;soft&#8221; materials like annealed iron, which can be magnetized but do not tend to stay magnetized, and magnetically &#8220;hard&#8221; materials, which do. Permanent magnets are made from &#8220;hard&#8221; ferromagnetic materials such as alnico and ferrite that are subjected to special processing in a powerful magnetic field during manufacture, to align their internal microcrystalline structure, making them very hard to demagnetize. To demagnetize a saturated magnet, a certain magnetic field must be applied, and this threshold depends on coercivity of the respective material. &#8220;Hard&#8221; materials have high coercivity, whereas &#8220;soft&#8221; materials have low coercivity.</p>
<p>An electromagnet is made from a coil of wire that acts as a magnet when an electric current passes through it but stops being a magnet when the current stops. Often, an electromagnet is wrapped around a core of ferromagnetic material like steel, which enhances the magnetic field produced by the coil.</p>
<p>The overall strength of a magnet is measured by its magnetic moment or, alternately, the total magnetic flux it produces. The local strength of the magnetism in a material is measured by its magnetization.</p>
<p><a href="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/magnet1.jpg"><img src="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/magnet1.jpg?w=146&#038;h=150" alt="A Horse shoe magnet" title="Magnet" width="146" height="150" class="alignright size-thumbnail wp-image-74" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daffaroihan2.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daffaroihan2.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daffaroihan2.wordpress.com&amp;blog=19148694&amp;post=69&amp;subd=daffaroihan2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daffaroihan2.wordpress.com/2011/04/04/tanya-tanya-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ee6aab423ccae9c8e30bdfe7c5da12b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daffaroihan1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://daffaroihan2.files.wordpress.com/2011/04/magnet1.jpg?w=146" medium="image">
			<media:title type="html">Magnet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
